Tampilkan postingan dengan label ensiklopedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ensiklopedia. Tampilkan semua postingan

1.10.2013

Amperemeter

Ampere
Ampere adalah satuan dalam SI untuk kuat arus listrik.
“Satu ampere adalah kuat arus tetap yang jika dialirkan melalui dua buah kawat yang sejajar dan sangat panjang, dengan tebal yang dapat diabaikan dan diletakkan pada jarak pisah 1 meter dalam vakum, menghasilkan gaya 0,0000002 N pada setiap meter kawat”
1 A = 1 C/detik

Amperemeter
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik yang mengalir dalam rangkaian listrik. Ada dua jenis amperemeter yaitu amperemeter analog dan Amperemeter digital.









 
Amperemeter analog







Amperemeter digital



Dalam rangkaian listrik amperemeter dilambangkan dengan  A dan dipasang seri dengan rangkaian.


Amplitudo

Amplitudo
Amplitudo adalah jarak/simpangan terjauh dari garis keseimbangan.
Amplitudo gelombang mempengaruhi energi gelombang. Makin besar amplitudo gelombang, makin besar energi gelombang. Sebaliknya makin kecil amplitudo gelombang makin keci energi gelombang.

Amplitudo dilambangkan dengan A dan merupakan besaran skalar dengan satuan meter. Pada gelombang bunyi amplitudo mempengaruhi kuat lemahnya bunyi. Makin besar amplitudo makin kuat bunyi dan makin kecil amplitudo makin lemah bunyi. Ombak yang tinggi dari gelombang laut menunjukkan amplitudo yang besar dan juga energi yang besar.


AIR

Air
Air merupakan zat yang tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat dengan satu atom oksigen dengan umus kimia air ini adalah H2O. Air dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lihat dalam wujud padat (es), cair (air), dan gas (uap air).
Permukaan bumi kita ini sebagian besar berisi air (hampir 71%). Air sebagian besar terdapat di laut dan lapisan es di kutub dan di puncak-puncak gunung. Selain itu air terdapat juga di sungai, danau, awan, dalam tanah, manusia, hewan, tumbuhan, dan juga udara.
Tubuh kita terdiri atas 55 % sampai 78 % air. Kita membutuhkan kurang lebih 1 sampai 7 liter air untuk menghindari dehidrasi. Air tersebut diperoleh dari air yang kita minum dan juga makanan yang kita makan.
Selain untuk minum kita membutuhkan air untuk mandi dan mencuci. Air juga dapat melarutkan banyak zat seperti garam, gula, asam, dan beberapa jenis gas dan lainnya.

Adhesi dan Kohesi

Adhesi dan Kohesi
Coba kamu basahkan gelas dengan air, kemudian amati gelas tersebut. Ternyata pada gelas masih terdapat air yang menempel. Sekarang coba kamu teteskan air di daun talas. Apakah daun talas  tersebut basah? Ternyata daun talas tidak basah dan air yang kamu teteskan membentuk bulatan-bulatan. Hal ini disebabkan karena adanya kohesi dan adhesi. Apakah kohesi itu dan apa pula adhesi itu?










Tetes air di kaca menyebabkan kaca basah


Adhesi adalah gaya tarik menarik antara molekul-molekul yang berlainan jenis.
Contoh adhesi adalah gaya tarik menarik antara molekul kaca dengan molekul air, molekul kayu dengan molekul kapur, dan lainnya.

Kohesi adalah gaya tarik menarik antara molekul-molekul yang sejenis.
Contoh kohesi adalah gaya tarik menarik antara molekul air dengan molekul air, molekul raksa dengan molekul raksa, dan lainnya.

Peristiwa kohesi dan adhesi juga mempengaruhi bentuk permukaan cairan (meniskus) dalam suatu wadah. Jika adhesi lebih besar dari kohesi, maka akan terbentuk permukaan cekung (meniskus cekung). Sebaliknya jika kohesi lebih besar dari adhesi, maka akan terbentuk permukaan cembung (meniskus cembung). Selain meniskus, kohesi dan adhesi juga menyebabkan adanya kapilaritas dan tegangan permukaan pada zat cair.